Senin, 05 Maret 2012

BESYUKURLAH

Sadarilah, bahwa kita telah banyak mendapatkan nikmat dari Allah. Mengapa kita lebih banyak mengeluh daripada bersyukur? Bahkan nyaris tak pernah bersyukur. Padahal, mulai kita bangun tidur sampai tidur kembali bahkan tidur itu sendiri adalah nikmat yang sangat besar. Apapun yang menimpa kita, bahkan yang kita pandang sebagai musibah sekalipun sebenarnya adalah nikmat dan kasih sayang Allah. Seharusnya kita malu untuk mengeluh, sebab terlalu banyak kita mendapat nikmat dan kasih sayang Allah, sementara kita selalu enggan melakukan perintahnya. Hanya orang-orang yang cerdaslah yang dapat merasakan nikmat Allah dan mensyukurinya. Jadi, Marilah kita mulai belajar bersyukur dan jangan pernah mengeluh. Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin.

Kamis, 27 Oktober 2011

hidup yang aneh

Apa sebenarnya yang kita cari dalam hidup ini? Harta, tahta atau wanita? Ketiganya selalu jadi buronan kita karena kita menganggap bahwa ketiaganya itulah yang menjadi tujuan hidup, atau mungkin yang membuat kita bahagia. Nah, dimana kebahagiaan itu? Apakah kita akan menjadi bahagia setelah mendapatkan harta, wanita atau tahta? Jawabannya ternyata tidak. Bahkan seringkali semua itu malah menyebabkan kita tidak tenang, selalu ketakutan bahkan membuat tensi darah kita memuncak setinggi-tingginya. Terus, apa dong? Ya, kebahagiaan itu sebetulnya yang kita cari. 

Pertanyaannya, apa yang dapat membuat kita bahagia?
Silahkan berkarya lewat komentar dan tulisan. Hasil pikiran anda akan aku hargai setinggi-tingginya. WANI PIRO???

uniknya ibadah

     Siapa bilang ibadah itu ringan? Yang namanya ibadah itu berat, karena merupakan tuntutan dan beban. Yang bisa merasakan ringan dan nikmatnya ibadah hanyalah orang-orang yang sudah sangat mengenal Tuhan. Bahkan sudah tidak menganggap sama sekali keberadaan dirinya. Secara umum suatu perbuatan apabila sudah berlebel ibadah itu berat, bahkan sangat berat. 
     Tidak semua orang mampu melaksanakannya. Misal, membelanjakan uang itu biasa kita lakukan dan tidak merasa ada beban apa-apa, karena memang sudah menjadi kebutuhan kita. Tapi apabila membelanjakan untuk ibadah, maka akan terasa ada beban yang hadir dalam hati kita. Contoh: Membuat pesta (tasyakkuran: ibadah) dengan mengundang tetangga mungkin biasa  kita lakukan. Dan hal itu terasa ringan dan bahkan sangat terasa nikmat apabila hidangan kita dinikmati (shodaqoh: ibadah) oleh tetangga kita. Walaupun pesta tersebut menghabiskan biaya yang tidak sedikit (juataan rupiah) tapi kita tidak merasa sayang sekali. Bandingkan dengan memberi sedikit bantuan kepada tetangga kita yang kebetulan nasibnya tidak seberuntung kita. Dua tiga juta rupiah agaknya lebih ringan kalo kita gunakan untuk pesta mengundang banyak tetangga, daripada dua ratus ribu rupiah untuk membantu tetangga yang sedang membutuhkan. Pertanyaannya, mengapa, mengapa dan mengapa? Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing.
     Masih banyak contoh-contoh lain dalam kehidupan kita sehari-hari. Berapa jam kita kuat duduk dia dalam masjid untuk i'tikaf dibanding duduk-duduk di depan televisi mendengarkan ceramah agama. Bagi kita orang kebanyakan (awam) perasaan ringan dan nikmat ketika ibadah perlu diwaspadai (dicurigai?). Murnikah ibadah kita? atau justru telah ditunggangi oleh hal-hal yang tidak kita sadari? 
     Mari kita introspeksi diri. wa laa ta'budu illa iyyah. Itulah, mungkin yang alasan Tuhan mengapa ayat yang menjelaskan tentang wajibnya haji dimulai dengan kata: "wa lillahi" , baru kata: 'ala annas", (dan karena Allah wajib atas manusia). Karena haji merupakan ibadah yang sangat rawan terhadap penunggang-penunggang ibadah itu.

Rabu, 24 Agustus 2011

selamat idul fitri 1432 H


tak ada kisah terlambat
'tuk benahi diri
yang dulu...biarlah berlalu
sekarang pupuslah kini
kau rintis kembali
masa hidupmu

seiring hari lebaran tiba
idul fitri yang mulia
ingatkan sebuah dosa
salah, khilaf dan durhaka
kepada orang tua,
teman dan tetangga,
bahkan,
kepada raja dari segala raja

seiring hari lebaran tiba
seiring lantunan takbir
seiring gema tahmid dan tahlil
semua menjadi milik-Nya

kualunkan sebait kata maafku
semoga alpa dan dosaku
kan lebur di hari yang suci
Allahu Akbar wa lillahi lhamd...

40 hadits penting


Dari Mujahid, dari Sulaiman Radhiya Allah 'anhuma, dari Nabi Shalla Allah 'alahi wa sallam, sesungguhnya Beliau bersabda: "Barang siapa dari umatku menjaga 40 hadits ini maka akan masuk surga dan Allah akan menghimpunnya bersama para nabi dan para ulama pada hari kiamat". Maka kami (para Shahabat) bertanya: "Wahai Rasul Allah, Apakah 40 hadits tersebut?" Maka Beliaupun menjawab: (bersambung)

Rabu, 17 Agustus 2011

Jumat, 29 Juli 2011

biodata iblis


Nama : Iblis
Gelar : Laknatullah ‘Alaihi (semoga Allah melaknatnya)
Lahir : Sebelum diciptakan manusia
Tempat tinggal : Toilet dan rumah yang tidak disebut nama Allah ketika memasukinya

Singgasana : di atas air
Rumah masa depan : Neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat tinggal
Agama : Kafir
Jabatan : Pimpinan Umum orang-orang yang dimurkai Allah dan sesat
Masa Jabatan : Hingga hari Kiamat
Karyawan : Setan jin dan setan manusia
Partner dalam bekerja : Orang yang diam dari kebenaran
Agen : dukun dan paranormal
Musuh : kaum muslimin
Kekasih di dunia : Wanita yang hobi telanjang dan pamer aurat
Keluarga : Para thaghut
Cita-cita : Ingin membuat semua manusia kafir
Motto : Kemunafikan adalah akhlak yang paling utama
Hobi : Menyesatkan manusia dan menjerumuskan ke dalam dosa

Lukisan kesayangan : Tato
Mata pencaharian : Mencari harta yang haram
Makanan favorit : Bangkai manusia (ghibah)
Tempat favorit : Tempat-tempat najis dan tempat maksiat
Tempat yang dibenci : Majlis ilmu dan temat-tempat ketaatan
Alat komunikasi : ghibah (menggunjing), namimah (adu domba) , dan dusta

Jurus Andalan :
1. Memoles kebathilan
2. Menamakan Maksiat dengan nama yang indah
3. Menamakan Ketaatan dengan nama yang tidak disukai
4. Masuk melalui pintu yang disukai manusia
5. Menyesatkan manusia secara bertahap
6. Menghalang-halangi manusia dari kebenaran
7. Berlagak sebagai penasihat

Kelemahan :
1. Tidak berkutik di hadapan orang yang ikhlas
2. kewalahan menghadapi orang yang berilmu
3. Lari dari suara adzan
4. Lari dari rumah yang dibacakan al-Baqarah
5. Menyingkir dari orang yang berdzikir kepada Allah
6. Menangis ketika melihat orang bersujud kepada Allah

Diringkas dan diadaptasi dari kitab “Wiqayatul Insan minal Jin wasy Syayaathin”, karya Wahid Abdus Salam Bali, Oleh : Abu Umar Abdillah