Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Agustus 2011

selamat idul fitri 1432 H


tak ada kisah terlambat
'tuk benahi diri
yang dulu...biarlah berlalu
sekarang pupuslah kini
kau rintis kembali
masa hidupmu

seiring hari lebaran tiba
idul fitri yang mulia
ingatkan sebuah dosa
salah, khilaf dan durhaka
kepada orang tua,
teman dan tetangga,
bahkan,
kepada raja dari segala raja

seiring hari lebaran tiba
seiring lantunan takbir
seiring gema tahmid dan tahlil
semua menjadi milik-Nya

kualunkan sebait kata maafku
semoga alpa dan dosaku
kan lebur di hari yang suci
Allahu Akbar wa lillahi lhamd...

Kamis, 16 Juni 2011

puisi liar

Puisi dan Nyawaku
dadaku penuh duri
dadaku ada dara
dara yang berduri
dadaku berdarah
darah duri seorang dara


buta hariku
buta hatiku
bunga terlihat
bangkai melekat
bubuhi dirimu
bumbu etika
buang kurang ajarmu
buang bangkai buta, bubuhi bumbu etika


kau coreng mukamu
kuhapus coretanmu
kau caci dirimu
kubenci caramu
kau ceburi lumpurmu
kuciduk mutiaramu
kau celakakan tubuhmu
kucari hakikimu
kau cabut nyawamu
kucukupkan puisiku?


Yang Kukuh Yang Runtuh
masa lalu adalah tonggak sejarah
yang ikut menentukan masa depan
tapi adakalanya
masa lalu
harus dibuang jauh-jauh
bahkan dikubur dalam-dalam
demi masa depan itu sendiri


hanya kita yang tahu
dan lebih mengerti
mana yang harus dibuang
dan mana yang harus dikenang


di sela lintas badai yang deras
menghempas,
dihimpit oleh kerasnya kehidupan
dia terus mencari,
dan mencari...
dan kita semakin terasa
cinta mengalahkan segalanya...
(Sabtu, 8 Oktober 1988)


Buahmu Non !
kupetik ranum wajah cantikmu
kusibak lebat rambutmu
kebenci senyum sinismu
kuingin suci hatimu
aku
kamu
bersatu
dalam bejana
seperti buah itu...
(Jum'at, 21 September 1990)


Terminal
di terminal antar kota
jalan memanggil-manggil,
: "ini bis terakhir",
teriak kondektur
wajahnya malaikat Jibril
dikawal malaikat Izra'il


orang-orang berdesakan
naik dan mencari tempat
mencari tempat duduk
sambil mengunyah umpatan
: "Kemana jalan ke sorga?",
bisik lainnya...


aku diam saja,
mematangkan diri...
dalam lipatan doa
: "kehendak-Mu jadilah !".
(1 Rabi'ul Awal 1411)

isra' mi'raj

sebuah perjalanan sekejap
yang goncangkan dada-dada manusia
getarkan dunia
yang goyahkan iman dan keyakinan
kokohkan tonggak yang beriman
malam itu,
sepotong rembulan yang hampir habis
saksikan peristiwa akbar
bersama hembusan angin padang yang gersang
bersama kerasnya batu pegunungan
bersama kerasnya hati kuffar jahili
sang penyelamat dunia
tlah terpanggil kehadirat ilahi
'tuk menerima tugas suci...

Rabu, 15 Juni 2011

puisi lebaran

tak ada kisah terlambat
'tuk benahi diri
yang dulu...biarlah berlalu
sekarang pupuslah kini
kau rintis kembali
masa hidupmu


seiring hari lebaran tiba
idul adha yang mulia
ingatkan sebuah pengorbanan
pengorbanan seorang hamba
kepada raja dari segala raja


seiring hari lebaran tiba
seiring lantunan takbir
seiring gema tahmid dan tahlil
semua menjadi milik-Nya


kualunkan sebait kata maafku
semoga alpa dan dosaku
kan lebur di hari yang suci
Allahu Akbar wa lillahi lhamd...

Jumat, 10 Juni 2011

syi'iran GusDur

inilah syi'iran GusDur yang sangat populer


Yarosulalloh salammun ’alaik…
Yaarofi’asyaaniwaddaaroji…
‘atfatayaji rotal ‘aalami…
Yauhailaljuudi waalkaromi














Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan
(Kumulai menguntai syairan
Dengan memuji pada Tuhan
Yang telah memberi rahmati dan kenikmatan
Siang malam yang tak dapat dihitung)

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro
(Duhai kawan laki-perempuan
Jangan hanya mengaji syariat belaka
Hanya pandai berdongeng, tulis dan baca
Kelak di belakang bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale
(Banyak yang hafal Al-Qur’an dan hadits
suka mengafirkan yang lainnya
Kafirnya sendiri tidak dipedulikan
Jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho
(Mudah ketipu nafsu angkara
Pada perhiasan glamornya dunia
Iri dan dengki kekayaan tetangga
maka hatinya gelap dan nista) 

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhide
Baguse sangu mulyo matine
(Mari saudara, jangan lupakan
Kewajiban mencari ilmu dengan semua aturannya
Demi menebalkan iman tauhidnya
Baiknya bekal, hati nan mulia)

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane
(yang dianggap baik adalah baik hatinya
Karena selaras dengan ilmunya
Menempuh thariqah dan ma’rifatnya
Juga hakikat merasuk jiwanya)

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo
(Al-Qur’an Qodim wahyu mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itulah nasehat dari guru cendekia
ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran
Mrasuk ing badan kabeh jeroan
Mu’jizat rosul dadi pedoman
Minongko dalan manjing iman
(melekat dalam hati dan pikiran
Merasuk badan hingga ke dalam (batin)
Mu’jizat Rosul jadi pedoman
Sebagai jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh kang moho suci
Kudu rangkulan rino lan wengi
Ditirakati diriyadohi
Dzikir lan suluk jo nganti lali
(Bersama Allah Yang Maha Suci
Harus berpelukan siang dan malam
Dilakukan dengan tirakat (ptihatin) riyadhoh (melatih diri)
Dzikir dan suluk jangan sampai lupa )

Uripe ayem rumongso aman
Dununge roso tondo yen iman
Sabar narimo najan pas pasan
Kabeh tinakdir saking pengeran
(Hidupnya damai merasa aman
itulah rasa pertanda iman
Sabar dan menerima walau sederhana
Semua keputusan dari Tuhan)

Kang anglakoni sakabehane
Allah kang ngangkat marang drajate
Senajan ashor toto dhohire
Ananging mulyo maqom drajate
(Yang bisa menjalankan semuanya
Allahlah yang mengangkat derajatnya
Walau rendah kelihatan tampaknya
Namun mulia maqom derajatnya) 

Lamun palastro ing pungkasane
Ora kesasar roh lan sukmane
Den gadang Allah swargo manggone
Utuh mayite ugo ulese
(Jika sudah sampai di akhir hayatnya
Tak tersesat ruh dan jiwanya
Dijanjikan oleh Allah, syurga tempatnya
Utuh mayat dan kain kafannya)

Selasa, 07 Juni 2011

puisi religi

puisi-puisi ini
diterbitkan oleh YPI Azharul Ulum 
Brongkal Pagelaran Malang
karya dari Abu Najib
dengan mengais puing-puing
yang berserakan,
yang sempat ditulis
waktu di pesantren
tentu saja,
dengan bahasa ala pesantren
yang sederhana,
bahkan cenderung ndeso dan norak,
sambil cangkru'an
nyedhot rokok berukir cekakik kopi
jedhal-jedhul tanpa beban...
dengan asap rokok yang terus menari
terbang dan berputar
bagaikan tarian sufi
_________________________________________

Ya Habiballah...
kau purnama di akhir zaman
kau datang membawa rahmat
akhlakmu adalah panutan
cerminan esensi qur'an

kau lembut,
di tengah garangnya perang
diterpa angin gurun tandus
kusebut engkau dalam tahiyat
shalawat salam untukmu
ya habiballah...

engkau hanyalah seorang rasul
tidak lebih dari itu
itulah tanda tauhid abadi
dari qur'an ilahi
yang memenuhi segala janji
menghabiskan keretakan zaman
mengakhiri kesombongan yahudi
meruntuh tebarkan keangkuhan
menghancurkan ashabiyah

kau purnama di akhir zaman
yang menjadi tauladan
kau hiasi dunia ini
dengan percikan moral
yang 'tlah lama terkubur
oleh tangan-tangan Abu Lahab
berbaur dengan kebodohan...

Ya Habiballah...
kau yang datang
yang mengganti gelap
dengan nur tauhid
menyempurnakan...
'sgala risalah yang datang
Daud, Musa, dan Isa
'tlah lama...
menutup kitab-kitab mereka

Ya habiballah...
untukmu selalu
salam sejahtera
selamanya
selama yang ada tetap ada...
(juni 1994)


Kasihku...
kau hadir
kau lahir
di saat hati menjadi ciut
melihat ribuan gajah
yang dicambuk si angkara
dipandu bala-bala si laknat Abrahah
di kala itu, tak tertinggal sedikitpun asa
Abdul Muthallib, si penjaga rumah
berbisik dengan nurani
bergumam dalam kalbu
haruskah di hari ini
rumah yang penuh berkah
rumah Allah yang megah
akankah hancur terinjak kaki gajah
kan lebur termakan ambisi Abrahah
dua belas Rabi'ul Awal
tlah membuka mata sejarah
Allah, yang empunya
tak rela rumahnya terinjak kaki durjana
dengan batu-batu kerikil membara
kaki-kaki ababil mencengkeram
dari sijjil yang selalu merah menyala
membungkam tamanni yang sia-sia
dari nafsu-nafsu berhala
sebagai peringatan
kuasa Allah di ats segalanya...
(10 juli 1994)


Silaturrahim
wahai para pencuri
bersatulah,
jangan berebut tulang dan nasi
wahai para penjahat
yang selalu dipandang rendah
oleh para pejabat yang terhormat
bersatulah,
jangan hanya berebut aspal
batu, koral dan besi berkarat
berbuatlah
berjuanglah
untuk kaummu
demi bangsamu
seperti mereka yang terhormat
memperjuangkan nasib rakyat
dengan cukup mempermainkan pena
kertas, angka-angka dan
silaturrahim
(8 juli 1994)


Pesantren
kau yang rapuh
terpanggang matahari
dimakan usia
tak terbilang mutiara
yang keluar dari rahimmu
kau yang dulu tegar berdiri
tempat si fakir bergantung
si kaya bergabung
si abid berserah
dan si laknat bertobat
masihkah kau setegar dulu?
di era dunia majnun
sudikah manusia menyapamu
seperti mereka menya komputer
sudikah manusia bercengkerama denganmu
yang jauh dari gemerlap dunia
demi waktu senja
kurela menangis untukmu
jangan tinggalkan dunia
sebelum aku tiada
ku tak ingin dajjal-dajjal merajalela
ku tak ingin melihat
matahari terbit dari barat
(juli 1994)

Kawan
demi Tuhan aku rela menangis
bila saja air mataku
dapat menggugah kesadaranmu
kau yang terpuruk
yang terbuang dan tersisih
kau hanyutkan dirimu
dalam arus nafsu-nafsu angkara
dari mereka yang mengaku suci dan tak berdosa
bukan, bukan hanya kau yang tuna susila
tapi mereka juga yang datang menyapa
kalau tanpa mereka
kau mau berbuat apa?
tidak,
tak ada kata terlambat
tuk benahi diri, tuk kembali
kepada-Nya yang Maha Kasih
Yang Maha Bijak
bisikkan kepada-Nya
desahmu kan terdengar
nafasmu tak kan tertolak
lambaianmu kan terbalas
air matamu kan terlihat
melangkahlah mendekat
dosamu kan terangkat
(28 juli 1994)


Tuhankah engkau !
berhala adalah tuhan
latta, uzza, manaat adalah tuhan
batu adalah tuhan
gunung, pohon, bulan dan matahari
adalah tuhan
katanya...
Uzair adalah tuhan
Isa, Maryam juga tuhan
Syiwa, Brahma dan Wisnu adalah tuhan
katanya...
Yahwe adalah tuhan
si Dharta Ghautama adalah tuhan
Ali bin Abi thalib adalah tuhan
Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi,
Costantianus yang agung
dan Fir'aun adalah tuhan
katanya...
Hati adalah tuhan
sunyi adalah tuhan
sepi adalah tuhan
diriku adalah tuhan
katanya, katanya...
tuhan siapa?
kata siapa?
hati, nurani, kalbu, nafsu atau...
ambisi iblis yang tlah menyatu dan bersahabat
dengan darah dan nadi,
dengan senyum dan tawa,
dengan bau mulut dan keringat kita
dengan sejuta dusta di ujung mata

lisan yang penuh hidayah, mendesah...
tiada tuhan selain Dia...
(tanpa tarikh)


Debu
debu-debu yang menempel itu
di kening kala kau bersujud
jangan buang, jangan kau usap
satu-satu 'kan berguguran
hilang dan lenyap
diterpa angin fajar
diterpa angin senja
di waktu dhuha
di kala ashar...


debu-debu itu,
yang jatuh dan menempel
di kaca bening hatimu
satu-satu 'kan berguguran
berhamburan, hilang dan lenyap
diterpa hembusan istighfar
diterpa desah-desah doa
di waktu sunyi
di kala sepi...
(12 september 1994)


Alam
ada ribuan bintang di sana
ada aneka cita di sini
ada sepotong bulan di sana
ada sebongkah harapan dihati
ada mendung di langit timur
halangi matahariku yang ingin tertawa
ada kabut di sela-sela pohonku
halangi sukaku 'tuk memandangmu
bintang itu bintang kita
mendung itu mendung kita
matahari itu milik kita
kabut itu punya kita
pohon itu pohon kita
tawa itu milik kita
cita itu cita kita
harapan itu angan kita
suka itu suka kita
hati itu hati kita
(Jum'at, 4 Nopember 1994)


Dua sisi kita
di cakar-cakar langit sisi barat
lewat bias shafaq ahmar
sang surya bersemayam di peraduannya
'kan kau rasakan dua sisi
setelah terang timbul gelap
ada siang ada malam
ada suka ada duka
ada baik ada buruk
ada bijak ada jahat
baik adalah derma
buruk adalah durhaka
bijak adalah pahala
jahat adalah dosa
pahala adalah sorga
dosa adalah neraka
sorga adalah nikmat
neraka adalah laknat
(Senin, 21 Nopember 1994)