Tampilkan postingan dengan label pembaharuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pembaharuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

M. Rasyid Ridla


      Pembaharuan yang di lakukan oleh M. Rasyid Ridla adalah dalam bidang agama, social, ekonomi, memberantas khurafat dan bid’ah, menghilangkan faham fatalisme, serta faham – faham yang di bawa tarekat. Ia juga mendesak gurunya M. Abduh untuk menuliskan al –qur’an secar modern yang kemudian di kenal dengan tafsir al – manar.
      Ide –ide pembaharuan M. Rasyid Ridla adalah :
a)      Menumbuhkan sikap aktif dan dinamis di kalangan umat.
b)      Umat islam harus meninggalkan sikap fatalisme ( jabariyah)
c)      Akal dapat di pergunakan untuk menafsirkan ayat –ayat al –qur’an maupun hadits dengan tidak meninggalkan prisip umum.
d)     Umat islam harus menguasai ilmu sains dan teknologi jika ingin maju
e)      Kemunduran umat islam di sebabkan karena banyaknya unsure bid’ah dan khurafat yang masuk ke dalam ajaran islam
f)       Kebahagiaan di dunia dan akhirat di peroleh melalui hokum alam yang di ciptakan Allah
g)       Perlunya menghidupkan kembali system pemerintahan khalifah
h)       Khalifah haruslah seorang mujtahid besar yang dengan bantuan para ulama’ dalam menerapkan prisip –prinsip hukum islam.

Muhammad Abduh


      M. abduh adalah murid dari jamaluddin al – afghani di mesir. Pemikiran M. Abduh membuka dampak positif bagi perkembanagn pemikiran dalam islam. Diantar ide –ide pembaharuannya adalah :
1)      Penghapusan faham jumud yang berkembang di dunia islam saat itu.
2)      Pembukaan pintu ijtihad, karena ijtihad merupakan dasar yang penting dalam menginterpretasikan kembali ajaran islam.
3)      Penghargaan terhadap akal, M. abduh mengatakan bahwa islam adalah agama rasioanal yang sejalan dengan akal, sebab akallah  ilmu pengetahuan maju.
4)      Kekuasan Negara harus di batasi oleh konstitusi yang telah di buat oleh Negara bersangkutan memodernisasikan system pendidikan di al azhar.
5)      Islam maju harus melalui pendidikan.

Jamaluddin al –afghani

      Jamaluddin al – afghani adalah seorang yang berkepribadian menarik, ia banyak memperoleh pengalaman dalam pengembaraanya ke beberapa Negara. Mula – mula ke India, lalu ke mesir. Ia memberi kuliah di hadapan kaum intelektual di al – azhar. Diantara muridnya yang terkenal adalah M. Abduh dari saad Zaglul. Karena terjadi pergolakan politik di mesir jamaluddin al – afghani pergi ke paris. Di paris ia mendirikan sebuah organisasi bernama al – urwatul wustqo yang bertujuan memperkuat peraudaraan islam, membela dan mendorong umat islam untuk mencapai kemajuan. Jamaluddin sebagai pembaharu, tentunya mempunyai pandangan liberal dan demokratis.
      Pemikiran yang di munculkan oleh Jamaliddin al – afghani :
1. Untuk mengembalikan kejayaan umat islam di masa lalu dan sekaligus menghadapi dunia modern, umat islam harus kembali   kepada ajaran islam yang murni dan memahami islam harus dengan resiko dan kebebasan, corak pemerintahan otokrasi dan absolut harus dig anti dengan pemerintahan demokrasi.
2. Kepala Negara harus bermusyawarah dengan pemuka masyarakat yang berpengalaman.
3.  Kepala Negara harus tunduk kepada undang – undang.

Al – Tahtawi


      Al –Tahtawi adalah bagian dari program perbaikan ekonomi, militer mesir yang di canagkan oleh M. ali pasha. Pada tahun 1826 M, Ia di tunjuk menjadi pemimpin delegasi pelajar mesir yang di kirimkan ke paris, perancis. Sekembalinya dari kairo ia di angkat menjadi guru penerjemah di sekolah kedokteran. Selain dari mengajar dan menerjemahkan buku – buku Al – Tahtawi juga mengarang, diantara karangannya mengenai pengalamannya di paris tentang perekonomian sehingga pemerintahan demokratis dan tentang ijtihad umat islam mesir dan lain –lain.
      Ide – ide pembaharuan al –  tahtawi :
1.      Ajaran islam bukan hanya mementingkan soal akhirat semata –mata, tetapi juga soal hidup di dunia. Umat islam juga memperhatikan kehidupan di dunia ini.
2.      Kekuasaan absolut raja harus di batasi oleh syari’at, raja harus bermusyawarah dengan ulama’ dan kaum intelektual.
3.      Syari’at harus di jalankan sesuai dengan perkembangan modern.
4.      Kaum ulama’ harus mempelajari filsafat dan ilmu – ilmu pengetahuan modern agar dapat menyesuaikan syari’at dengan kebutuhan masyarakat modern.
5.      Pendidikan harus bersifat universal, wanita harus memperoleh pendidikan yang sama dengan kaum pria.

Muhammad Ali Pasha


      Muhammad Ali Pasha di anggap sebagai dasar gerakan mesir melawan penjajah. Pembaharuan M. ali pasha di kenal sebagai pembaharuan gerakan. Di bidang Militer, jatuhya mesir ketangan Napoleon Bonaparte menyadarkan Muhammad Ali Pasha. Ia melihat kemajuan yang di capai Negara –negara  barat terutama perancis begitu hebat. Kemajuan dalam bidang teknologi, peperangan membuat mudah perancis menguasai mesir. Setelah perancis dating ke inggris tahun 1802 M Muhammad Ali Pasha mengundang save seorang perwira tinggi perancis dapat di sewa untuk melatih tentara mesir. Untuk keperluan itu ia mendirikan sekolah militer tahun 1815 M dan mengirim pelajar untuk belajr militervdi perancis.
      Dibidang pendidikan M. ali pasha sangat besar perhatiannya terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, pada tahun 1815 M ia mendirikan sekolah militer, sekolah teknik 1816 M, sekolah pertambangan tahun 1834 M dan sekolah penerjemahan tahun 1836 M. Selain itu ia juga banyak mengirim pelajar ke perancis untuk belajar pengetahuan beberapa sains dan teknologi barat di perancis.
      Di bidang ekonomi pengambil alihan pemilikan tanah oleh Negara dan hasilnya untuk kepentingan pembangunan mesir. Dan untuk menjaga kesuburan tanah mesir ia membangun system irigasi, sebagi hasil pertanian menjadi lebih baik.